Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling Tegaskan Izin Usaha Pertambangan Berhenti Masuk Sulawesi Utara

Berita Nasional Pemerintah

Manado – Bhayangkaràpos.com

Dalam kegiatan Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2025-2029 di Hotel Peninsula Manado Selasa 25 Maret 2025.
Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK) menegaskan untuk Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk memperhatikan masalah pertambangan. Pertambangan di Sulawesi Utara, menurut Gubernur YSK harus menjadi milik rakyat dan diolah oleh rakyat. dan Gubernur menyampaikan juga agar Izin Usaha Pertambangan (IUP) dihentikan masuk ke Sulawesi Utara.

“Stop IUP lagi masuk ke Sulut. Pertambangan seharusnya milik masyarakat Sulut. Tapi saat ini rakyat kita yang ditanahnya sendiri tidak menjadi tuannya,” katanya.
Untuk itu Gubernur berharap pemerintah harus hadir untuk memberikan jalan dan memberikan solusi.Sebelumnya, Gubernur YSK menegaskan keberpihakan kepada penambang rakyat di Rapat Paripurna DPRD Sulut, Senin 24 Maret 2025 kemarin.

Dihadapan seluruh DPRD Sulut, YSK mengatakan Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di Sulut bukan untuk memperkaya diri namun untuk bisa bertahan hidup.
“Mereka bekerja agar bisa menyekolahkan anak,  bisa berobat dan menghidupi keluarga, ini saya pelajari selama ini,” jelasnya.
Kata YSK, selama ini kekayaan alam di Sulut hanya dinikmati oleh pendatang dari luar, sementara orang asli daerah sebagai pemilik lahan malah disebut ilegal saat melakukan pertambangan.

“Oleh karenanya saya melarang pengusaha pertambangan lain masuk di Sulawesi Utara, kecuali masyarakat kita sendiri,” tegasnya.
Gubernur YSK pun menyinggung banyaknya Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Sulut yang berdiri secara diam-diam diatas lahan milik masyarakat.

“Jadi masyarakat tidak pernah di lahan mereka sudah ada IUP diatasnya. Begitu mereka mau bekerja disebut ilegal, padahal itu tanahnya sendiri,” lanjutnya.
Gubernur YSK pun menegaskan akan melindungi penambang rakyat di Sulut.
“Saya pertaruhkan jabatan saya untuk menjaga penambang di Sulawesi Utara, supaya mereka bisa hidup, sejahtera di tanah mereka sendiri,” tutup Gubernur Sulut.

(Ricky Simon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *