Gunungsitoli – bhayangkarapos.com
Komunitas Ibu-ibuĀ Setia Berkunjung di salah satu rumah adat di Hiliweto Gido pada hari Kamis (6/11/2025).
Ketua komunitas Mesrawati Zega,S.Pd menjelaskan bahwa kegiatan ini salah satu program Komunitas dalam rangka mengenali serba sedikit budaya Nias yang salah satunya Rumah Adat.
Rumah adat yang dikunjungi saat ini terletak di Jalan Sawa’ana’a No.01 Desa Hiliweto Gido Kecamatan Gido Kabupaten Nias Sumatera Utara.Rumah adat ini dikunjungi karena punya keunikan tersendiri berada di samping jalan propinsi antara Gunungsitoli menuju Nias Selatan.

Penjelasan dari pemilik rumah adat Nias ini bapak O’ozatulo Ndraha (A.Rais Ndraha) mantan Sekda Nias bahwa sengaja membuat rumah adat ini untuk melestarikan budaya Nias dan hal ini didukung oleh keluarga besar termasuk anak-anak yang berada di luar daerah.
Rumah adat Nias adalah rumah panggung tradisional yang disebut Omo Hada.
Dalam penjelasannya kepada awak media bahwa pembangunan rumah adat menggunakan waktu selama 3 tahun dan bahan bangunannya diambil dari kayu pilihan.Rumah adat ini tidak menggunakan paku dan juga tahan gempa walaupun tak punya pondasi.
Rumah adat ini menampilkan ciri khas budaya Nias dan memiliki sejarah yang mendalam.
Dalam percakapan Ketua Komunitas Mesrawati Zega,S.Pd kepada pemilik rumah adat menyatakan bahwa rumah adat ini sangat unik dan menarik dari segi penataannya dan merupakan kebanggaan kita orang Nias sebagai pewaris budaya nenek moyang.
Pemilik rumah adat Nias juga menyatakan bahwa rumah adat ini sebenarnya beratap daun Rumbia tetapi telah kita inovasi karena daun rumbia sekarang ini sulit di dapatkan.Dengan adanya rumah adat ini banyak sekali para wisatawan yang berkunjung dan pintu selalu terbuka karena untuk pelestarian budaya kita.

Dari pantauan awak media bahwa para komunitas ibu ibu setia ini sangat bersukacita melihat keunikan yang ada di dalam rumah adat antara lain Gendang,gong,keris,tombak,batu batu unik dari dalam dan luar negeri.Sungguh sangat menakjubkan ornamen yang ada di dalam rumah adat Nias milik bapak O’ozatulo Ndraha.
Pada akhir kunjungan pengurus komunitas mengucapkan terimakasih telah diberi kesempatan untuk melihat dan menikmati keunikan rumah adat ini dan diakhiri dengan foto bersama.(Anwar Harefa)
