Satgas Karya Bakti TNI 2026 Genjot Pembangunan Jembatan di Nias Utara, Capai Progres 85 Persen

Berita Daerah TNI

 

Nias Utara – bhayangkarapos.com

Semangat pengabdian dan kerja keras jajaran TNI dalam mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan kembali dibuktikan. Pada hari senin ini, kegiatan pembangunan jembatan modular yang merupakan bagian dari program Satgas Karya Bakti TNI Tahun 2026 terus berjalan intensif di Desa Botombawo, Kecamatan Sitolu Ori, Kabupaten Nias Utara. Kegiatan strategis ini berlangsung di aliran Sungai Sawo, wilayah binaan Koramil 06/Tuhemberua, di bawah komando Kodam I/Bukit Barisan, Korem 023/Kawasan Sumatera, serta Kodim 0213/Nias, sebagai wujud nyata perhatian besar Presiden Republik Indonesia terhadap kesejahteraan masyarakat di daerah. 1 juni 2026

 

Jembatan penghubung yang tengah dibangun ini direncanakan memiliki panjang mencapai 24 meter, yang keberadaannya sangat dinantikan warga guna memperlancar akses mobilitas dan distribusi hasil bumi. Berkat kerja sama yang solid dan sinergitas tinggi antar unsur pelaksana, hingga hari ini pengerjaan konstruksi telah menembus angka progres 85 persen, sebuah capaian yang menunjukkan pembangunan berjalan jauh lebih cepat dan tepat sasaran sesuai jadwal yang ditetapkan.

 

Sebelum memulai aktivitas kerja, seluruh personel yang diterjunkan telah berkumpul dalam apel pagi guna memantapkan kesiapan fisik, peralatan, serta pembagian tugas agar pekerjaan berjalan tertib dan aman. Fokus utama pengerjaan hari ini diarahkan pada dua pekerjaan krusial, yaitu pengecoran tiang pengaman jembatan baik di sisi tepi dekat maupun tepi jauh, serta proses pengecatan seluruh material rangka jembatan. Tahapan ini sangat penting dilakukan untuk menjamin kekokohan struktur bangunan sekaligus memberikan perlindungan ekstra agar bahan konstruksi lebih awet dan tahan terhadap perubahan cuaca maupun gesekan air sungai.

 

Kelancaran seluruh rangkaian pekerjaan ini sangat didukung oleh ketersediaan sarana dan perlengkapan yang lengkap serta memadai, tanpa ada kendala kekurangan alat maupun bahan yang menghambat laju pembangunan. Di lokasi, terlihat pula semangat gotong royong yang tumbuh kuat antara personel TNI dan masyarakat setempat yang bahu-membahu bekerja demi segera terwujudnya sarana prasarana yang bermanfaat bagi kemajuan wilayah mereka.

 

Secara situasi dan kondisi, lokasi pekerjaan terpantau aman dan terkendali sepenuhnya, tidak ditemukan kendala teknis maupun hal-hal yang menonjol yang dapat mengganggu kelancaran kegiatan. Dukungan alam pun berpihak, dengan cuaca yang cerah sepanjang hari membuat seluruh proses pengecoran dan pengecatan dapat berlangsung maksimal dengan hasil yang rapi dan berkualitas.

 

Kehadiran jembatan modular ini nantinya tidak hanya berfungsi sebagai sarana penghubung fisik semata, namun juga menjadi jembatan kemajuan yang membuka isolasi wilayah, mempererat ikatan persaudaraan antara TNI dan rakyat, serta menjadi bukti nyata kehadiran negara yang terus berupaya meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat Nias Utara.

R. H

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *