PELETAKAN BATU PERTAMA MUSHOLA AL BINA, DINAS PU BELTIM BANGUN RUMAH IBADAH SECARA SWADAYA

Berita Daerah

MANGGAR, BELITUNG TIMUR,Bhayangkarapos.com 

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Belitung Timur memulai pembangunan Mushola Al Bina yang ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Bupati Belitung Timur atas seizin Bupati Belitung Timur.

Kepala Dinas PUPR Belitung Timur, Idwan Fikri, seizin Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, menjelaskan pembangunan mushola tersebut merupakan inisiatif internal pegawai yang dilakukan secara mandiri melalui semangat gotong royong.

“Alhamdulillah hari ini sudah dilakukan peletakan batu pertama. Pembangunan ini kami lakukan secara swadaya. Dana pembangunannya berasal dari sumbangan kawan-kawan di lingkungan PU dan juga terbuka bagi pihak luar yang ingin berpartisipasi,” ujar Idwan.

Menurutnya, keberadaan mushola yang ada saat ini sudah tidak lagi mampu menampung jumlah pegawai yang mencapai sekitar 50 orang. Kondisi tersebut membuat pelaksanaan salat berjamaah harus dilakukan secara bergantian.

“Kami sudah memiliki mushola, tetapi ukurannya kecil. Saat salat Zuhur dan Asar sering kali tidak mencukupi. Karena itu kami berinisiatif membangun mushola yang lebih representatif dengan kapasitas sekitar 60 jamaah,” katanya.

Idwan menyebutkan pembangunan mushola berukuran 7 x 7 meter tersebut mendapat dukungan penuh dari seluruh pegawai Dinas PUPR.

“Antusiasme kawan-kawan sangat luar biasa. Walaupun saat ini kami belum mengetahui berapa total dana yang akan terkumpul, tetapi semuanya sepakat untuk ikut berkontribusi. Semangatnya adalah dari kita, oleh kita, dan untuk kita,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia berharap mushola yang dibangun tidak hanya menjadi bangunan fisik semata, tetapi benar-benar dimanfaatkan untuk kegiatan ibadah.

“Kami sudah mengingatkan jangan sampai mushola ini nanti berdiri megah, tetapi tidak ada jamaah yang memakmurkannya. Yang terpenting adalah manfaatnya bagi pegawai dan pemeliharaannya ke depan,” ujarnya.

Mushola tersebut diberi nama Al Bina yang berarti “sang pembangun”. Nama itu dipilih karena dinilai selaras dengan tugas dan fungsi Dinas PUPR yang membangun berbagai sarana dan prasarana di Kabupaten Belitung Timur.

“Al Bina artinya sang pembangun. Kami merasa nama ini sangat cocok dengan semangat dan tugas kami di PU yang membangun infrastruktur untuk masyarakat,” katanya.

Pembangunan mushola ditargetkan selesai dalam waktu sekitar dua bulan. Namun, realisasi target tersebut tetap bergantung pada dukungan pendanaan, material, maupun tenaga dari para donatur.

“Kami tidak berfokus pada jumlah uang yang terkumpul, tetapi lebih kepada progres pekerjaan yang terbangun. Bisa saja ada yang menyumbang material atau tenaga. Semuanya merupakan bentuk gotong royong,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Belitung Timur, Khairil Anwar, menyatakan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Belitung Timur terhadap pembangunan mushola tersebut karena dinilai sebagai sarana penting dalam mendukung kegiatan keagamaan pegawai.

“Pemerintah daerah tentu mendukung pembangunan sarana ibadah ini. Selama ini kawan-kawan di PU melaksanakan salat dengan memanfaatkan satu ruangan yang kapasitasnya terbatas sehingga harus bergantian beberapa kali. Mudah-mudahan dengan niat tulus dan ikhlas dari seluruh pegawai, pembangunan Mushola Al Bina dapat berjalan lancar dan segera dimanfaatkan untuk beribadah,” ujarnya. (Ramli Arbaie).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *