Bandung,Bhayangkarapos.com
Terbatasnya akses layanan, kualitas pelayanan, serta kapasitas sumber daya manusia masih menjadi tantangan dalam penyelenggaraan rehabilitasi penyalahgunaan narkotika di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Direktur Penguatan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat (PLRKM) BNN, dr. Syamsul Bahar, saat membuka Workshop Quality Assurance in Treatment for Drug Use Disorders yang diselenggarakan secara hybrid di Bandung, Jawa Barat, pada Senin (29/6).
Workshop hasil kolaborasi BNN dan UNODC tersebut bertujuan untuk meningkatkan mutu layanan rehabilitasi melalui sinkronisasi Standar Nasional Indonesia (SNI) 8807:2022 tentang penyelenggaraan layanan rehabilitasi bagi pecandu, penyalahguna, dan korban penyalahgunaan NAPZA dengan International Quality Assurance Programme (IQAP) milik UNODC.
Upaya ini diharapkan mampu memperkuat sistem rehabilitasi nasional, meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat, serta memperluas pengakuan internasional terhadap penyelenggaraan rehabilitasi penyalahgunaan narkotika di Indonesia.
Dalam sambutannya, dr. Syamsul Bahar menegaskan bahwa penerapan standar layanan yang seragam merupakan fondasi penting dalam mewujudkan layanan rehabilitasi yang berkualitas, aman, dan berbasis bukti (evidence-based treatment).
“Dengan adanya kolaborasi dan sinkronisasi antara Standar Nasional dengan standard layanan rehabilitasi internasional IQAP milik UNODC, program rehabilitasi penyalahgunaan narkotika di Indonesia diharapkan akan semakin berkualitas dan diakui secara internasional,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan UNODC, Elizabeth Sáenz Miranda, mengapresiasi komitmen dan sinergi yang telah dibangun bersama BNN dalam memperkuat sistem rehabilitasi penyalahgunaan narkotika di Indonesia. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi langkah penting untuk mendorong implementasi layanan rehabilitasi yang berkualitas dan sejalan dengan standar internasional.
“Saya sangat mengapresiasi seluruh dedikasi dalam kolaborasi ini, Saya yakin workshop ini dapat meningkatkan implementasi dan pengembangan layanan rehabilitasi di Indonesia,” pungkasnya.
#warondrugsforhumanity
BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN
