JEMBER, bhayangkarapos.com – Di tengah sorotan publik terhadap institusi kepolisian, sikap tegas dan gerak cepat aparat di lapangan tetap menjadi harapan masyarakat. Hal itulah yang ditunjukkan anggota Polsek Sukorambi pasca bencana banjir di Kecamatan Sukorambi.
Jembatan gantung yang berada di aliran Sungai Bedadung yang berlokasi di Dusun Jubung Lor RT 002 RW 008 Desa Jubung Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, ambruk pada Kamis 12 Februari 2026 sekitar pukul 21.20 WIB, akibat curah hujan yang tinggi. Polsek Sukorambi bergerak cepat melakukan pengecekan dan pengamanan di lokasi kejadian.
Langkah-langkah yang dilakukan, mendatangi TKP bersama Muspika dan instansi yang terkait, memadamkan aliran listrik yang berada di sekitar lokasi, untuk menghindari bahaya yang ada.
Kapolsek Sukorambi AKP Sudarsono, S.H., di dampingi Kanit Binmas Aiptu Dartok, bersama anggota segera turun ke lokasi setelah menerima laporan mengenai ambruknya jembatan. Jembatan gantung tersebut putus dan amblas tergerus aliran Sungai Bedadung akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.
“Akibat kondisi jembatan yang rusak berat tersebut menyebabkan akses jalan bagi masyarakat di sekitar lokasi kejadian untuk sementara waktu tidak dapat dilalui,” ujar Kapolsek.
Kapolsek menjelaskan, kerusakan yang diakibatkan serta kerugian yang ada, korban jiwa nihil, material tiang penyangga di kedua sisi yaitu sisi utara dan sisi selatan ambruk, seling kawat baja penahan putus, estimasi kerugian materi +/- Rp. 50.000.000 (lima puluh juta) hingga Rp. 100.000.000 (Seratus Juta Rupiah).
Jembatan gantung tersebut pada hari Senin tanggal 15 Desember 2025, sekitar pukul 19.00 WIB juga pernah mengalami ambruk di sisi selatan akibat hantaman derasnya arus Sungai Bedadung yang disebabkan oleh derasnya curah hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Jember.
Dalam upaya menjaga keselamatan warga, Polsek Sukorambi memasang garis pembatas (police line) di sekitar dua arah pintu masuk ke jembatan tersebut untuk mencegah masyarakat mendekat atau melintas di area berbahaya.
Kapolsek Sukorambi mengatakan bahwa jembatan tersebut menghubungkan dua Desa yaitu Desa Jubung Kecamatan Sukorambi dengan Kecamatan Ajung, ambruknya jembatan tersebut akibat hantaman kayu serta barongan bambu yang terbawa derasnya arus Sungai Bedadung.
Kapolsek Sukorambi AKP Sudarsono mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana, terutama di wilayah yang rawan longsor atau banjir akibat cuaca ekstrem.
“Kami mengimbau warga agar tidak mendekat ke lokasi jembatan yang ambruk, serta selalu berhati-hati, mengingat kondisi cuaca yang saat ini masih tidak menentu,” ujarnya.
Pihak kepolisian bersama aparatur desa setempat terus memantau perkembangan kondisi jembatan dan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait untuk penanganan selanjutnya. “Hingga saat ini, situasi dan kondisi di lokasi terpantau aman dan terkendali,” pungkas Kapolsek Sukorambi. (WN)
