Warganet Soroti Dugaan Gangguan pada Sungai Sumber Air PDAM, Muncul Kritik Pengawasan dan Penegakan Perda

Berita Daerah

BELITUNG TIMUR,Bhayangkarapos.com

Keresahan warga kembali mencuat di media sosial terkait kondisi sungai yang diduga menjadi sumber air baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Sejumlah unggahan di grup percakapan yang beranggotakan berbagai kalangan, mulai dari mantan pejabat, aktivis, Politikus, masyarakat umum hingga awak media, memperbincangkan dugaan terganggunya kualitas air sungai tersebut.

Dalam diskusi itu, sebagian warganet menyoroti efektivitas pengawasan di kawasan sungai, terutama terkait aktivitas yang diduga berulang meski sebelumnya telah beberapa kali dilakukan penertiban oleh aparat gabungan seperti Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan kepolisian.

Sejumlah komentar juga mengarah pada pertanyaan mengenai pelaksanaan peraturan daerah (Perda) yang dinilai belum berjalan optimal. Salah satu unggahan menyebutkan bahwa aturan yang ada sudah cukup, namun implementasinya masih dipertanyakan di lapangan.

“Perda kite banyak dak jalan tek we,” tulis salah satu akun dalam percakapan tersebut, yang mencerminkan kekhawatiran sebagian warga terhadap efektivitas regulasi daerah.

Komentar lainnya menyinggung bahwa penertiban terhadap aktivitas yang diduga mengganggu kawasan sungai sudah beberapa kali dilakukan, namun dinilai belum memberikan hasil permanen karena aktivitas serupa kembali muncul.

“Berenti suat ndak lamak mulai pulak,” tulis seorang warganet, menggambarkan anggapan bahwa persoalan tersebut berulang meski sudah pernah ditindak.

Hingga kini, diskusi di media sosial tersebut masih terus berkembang dengan beragam pandangan, mulai dari dorongan agar pengawasan diperketat, hingga harapan agar pemerintah daerah dan pihak terkait meningkatkan koordinasi dalam menjaga kawasan sumber air bersih masyarakat.

Pihak berwenang sendiri belum memberikan keterangan resmi terkait perbincangan yang ramai tersebut di ruang publik.(Ramli Arbaie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *