Maras Taun Makan Bedulang Dirayakan warga Dusun kampung Parit gunung.

Berita Daerah

Tanjung Pandan- Bhayangkarapos.com             

Maras taun Merupakan tradisi lisan adat melayu yang di selengarakan oleh kepala adat dan masyarakat di setiap satukali dalamsetahun.
Acara ini sebagai warisan budaya para leluhur kebangsaan Melayu Belitung yang dilestarikan secara turun-temurun sampai saat ini.
kegiatan Ritual ini adalah salah satu aspek kekayaan adat masyarakat Belitung.

Acara ritual penyerahan culok lilin.
Yang di maksudkan dalam acara ini ialah
“masing-masing warga membawa sebatang lilin berwarna putih sebagai sarat ritual untuk di serahkan kepada pemangku ketua adat kedukunan kampung.Bagi-bagi kesalan berupa air putih yang ditambahkan irisan daun ruse dan daun ati-ati yang telah di do’akan ketua adat kedukunan kampung,
Upaya ini diyakini sebagai sarat ritual agar dijauhkan dari Bala Mara Bahaya.
Acara yang berlangsung hari Minggu-11/05/2025,
Tepatnya di dusun parit gunung,desa airbatu buding kecamatan Badau Belitung.
Dimulai pada pikul-14:00-sampai pada pukul-21:00/ yakni di rumah kepala adat kedukunan kampung-(Kik’sami’un)yang memangku sebagai kepala adat kampung di parit gunung.
Lanjut pembacaan doa selamat bersama yang dipimpin oleh alim kampung-Kik’lebai-
(Harman).
Acara ini di hadiri kepala desa Airbatu buding-(Zunaidi).
Kepala dusun parit gunung-(Sarpani).
Ketua RT-05(Sutejo).
Ketua RT-06(Hasim).
Dan Para pemuka agama juga warga parit gunung yang turut memadati acara ini.

Dalam kesempatan nya,Kepala desa-(junaidi) menyampaikan.
“Kegiatan ini
merupakan
kegiatan penting bagi kita semua,hususnya masyarakat Airbatu buding.
Kita sebagai Bangsa Melayu,Bangsa yang besar,Bangsa yang kaya akan budaya dan adat-istiadatnya,
Maras taun ini salah satu warisan dari para leluhur kita,Yang harus kita lestarikan sampai ke anak cucu.
Maras taun dulunya
Di rayakan warga pada musim panen tanaman,
Seperti panen padi,sayur mayur buah buahan dan hasil panen tanam-tanaman lain yang di hasilakn dari usaha pertanian warga,
acara ini sejenis syukuran,berdo’a bersama,
Agar mendapat keberkahan dan keselamatan bagi seluruh warga dan usaha-usaha nya,
“Sebagai kepala pemerintahan Desa,saya mendukung sepenunya kegiatan-
kegiatan adat budaya yang di wariskan para leluhur kita,
selagi tidak menyalahi syariat agama.dan mencederai pandangan umum .
Seperti petuah leluhur kita-(hang tuah)
Takkan Melayu hilang di bumi.bumi bertuah negri beradat. imbuhnya.

Ketua adat-(Sami’un) yang memimpin acara manambahkan,
“Nanti malam masih ada lanjutan acara ini.kita akan berkumpul kembali untuk melanjutkan santapan jamuan bedulang,Do’a bersama.
Kita juga nanti membagikan kepada warga semangkok air kesalan yang kita yakini sebagai syarat ritual untuk maras taun ini.semga kiat semua jauhi dari Bala dan mara bahaya,
Ujarnya.

Sementara itu,Kepala dusun-(Sarpani)
Juga menyampaikan
Ucapan nya.
Kami sangat berterima kasih kepada seluruh warga parit gunung
Yang sangat antusias dalam merayakan acara ini.
Acara ini berdiri atas swadaya masyarakat parit gunung.
Bergotong royong,bahu membahu,kita salut dengan warga kita parit gunung atas solidaritas yang luar biasa ini.
harapan kita untuk acara marastaun tahun berikutnya akan lebih meriah lagi,
Dan kegiatan ini akan terus kita laksanakan sampai ke anak cucu,
Adat dan Budaya Takkan habis di telan bumi,tutup Sarpani.
(Red-ZR.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *