Ketua DPRD Demak Soroti Dampak Banjir dan Kemiskinan dalam Paparan RPJMD

Berita

Demak – Bhayangkarapos.com | Ketua DPRD Demak, H. Zayinul Fata, memberikan sejumlah masukan penting kepada Pemerintah Kabupaten Demak terkait berbagai persoalan yang tengah dihadapi masyarakat. Hal ini disampaikannya dalam sambutan pada acara paparan Rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang digelar secara daring melalui Zoom.

Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah penanganan dampak banjir yang melanda lahan pertanian dan permukiman warga di wilayah Kecamatan Bonang. Banjir tersebut terjadi akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Desa Kembangan dan Karangrejo.

“Sawah petani yang terendam air harus ada solusi dari pemerintah, utamanya dinas terkait. Dinas Pertanian Pangan harus melakukan pendataan sawah yang terdampak dan agar ada kompensasi yang layak,” ujarnya.

Zayinul menekankan pentingnya upaya mitigasi bencana sebagai langkah pencegahan dini yang harus dilakukan pemerintah. Menurutnya, banjir tersebut berdampak pada ribuan hektare lahan pertanian dan menyebabkan kesedihan di kalangan petani karena tanaman mereka terendam.

“Pemda harus turun tangan. Tidak hanya soal bantuan beras semata, tapi pemerintah harus hadir melakukan pendataan tanaman dan perlunya kompensasi bagi petani,” tambahnya.

Selain isu banjir, ia juga menyoroti persoalan kemiskinan ekstrem di Demak. Berdasarkan data yang ada, angka kemiskinan masih tercatat sebesar 12,5 persen dan harus segera diturunkan, terutama pada kelompok yang mengalami kemiskinan ekstrem.

Tak hanya itu, angka pengangguran yang cukup tinggi juga menjadi perhatian. Zayinul meminta agar hal ini ditangani secara serius agar usia produktif dapat terus berkarya sebagaimana mestinya.

“Terkait dengan tradisi Grebeg Besar, Pemkab Demak harus serius memberdayakan UMKM. Jangan hanya bersifat hiburan semata sehingga Grebeg Besar bisa berdampak pada penguatan ekonomi,” katanya.

Zayinul juga mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik, khususnya dalam layanan kesehatan. Ia menekankan agar tidak ada lagi pasien yang menunggu terlalu lama untuk mendapatkan pelayanan.

“Terkait dengan isu lingkungan hidup, kami juga ingin sampaikan agar ada pengelolaan sampah sebaik mungkin. Sampah harus dikelola agar tidak menjadi problem lingkungan,” jelasnya.

Terakhir, ia menekankan pentingnya menjaga ketahanan pangan dan swasembada pangan. Pemerintah daerah diharapkan mampu melindungi lahan hijau dari alih fungsi lahan yang tidak berkaitan dengan sektor pangan.

(Sakdun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *