Gunungsitoli – bhayangkarapos.com
Salah seorang Tokoh Budaya Nias yang berasal dari Gunungsitoli Selatan Nasowanolo Harefa,S.Pd yang tugas sehari-harinya sebagai Sekretaris Kecamatan Gunungsitoli Selatan berbincang-bincang dengan awak media pada Sabtu (13/9/2025).
Dalam hasil perbincangan,beliau menyatakan bahwa budaya dan tradisi merupakan warisan yang tak ternilai harganya,yang menjadi identitas suatu bangsa.
Sebagai pelatih dan pemerhati budaya Nias mengajak generasi muda untuk tidak melupakan akar budaya yang telah diwariskan oleh leluhur kita.
Memang kita sadari bahwa dengan perkembangan zaman yang serba modern seringkali membuat anak muda kita tergerus arus globalisasi sehingga mulai meninggalkan bahasa,adat dan tradisi daerahnya.Budaya Nias bukan sekedar tarian atau pakaian adat.Ia adalah jati diri kita,jika hilang,kita kehilangan bagian penting dari siapa kita sebenarnya.
Nasowanolo Harefa,S.Pd menegaskan bahwa generasi muda Nias memiliki peran besar dalam menjaga kelestarian budaya Nias.
Dalam penjelasannya kepada awak media bahwa salah satu langkah yang dilakukannya untuk melestarikan budaya Nias ini agar tidak punah ditelan zaman dengan mempelajari dan mendalami tentang budaya ini,melalui buku dan referensi yang ada,juga berkordinasi dengan para tokoh budaya senior.
Dalam pengalaman yang sudah didapatkan maka ia menularkan kepada generasi muda atau masyarakat yang membutuhkan.
Pelatihan adat yang telah dilaksanakan dan juga yang akan dilaksanakan di beberapa Desa di wilayah Kota Gunungsitoli antara lain : Pelatihan Maola maola wangowai + famee afo (Pemberian salam dan sirih),Olola mbawi (Penyerahan babi adat),Maola maola wamaehago soi mbowo (Pembicaraan waktu pemberian sajian daging).
Yang dilakukan oleh Nasowanolo Harefa,S.Pd dalam pelestarian budaya ini,bila ada Desa yang membutuhkan untuk berbagi ilmu dengan senang hati akan dipenuhi,seperti halnya Pelatihan adat di Desa Fodo,Desa Faekhu dan beberapa Desa lainnya.Pelatihan ini dilaksanakan dengan beberapa kali pertemuan,keberhasilan pelatihan ini bila ada keseriusan dan kesungguhan dari peserta.
Harapannya anak anak muda tidak hanya bangga menjadi orang Nias,tetapi juga mampu membuktikan kebanggaan itu dengan melestarikan budayanya,Ujar” Nasowanolo Harefa,S.Pd”.
Pelestarian budaya Nias ini tidak hanya menjadi tugas para tokoh adat atau pemerintah daerah,tetapi juga menjadi tanggungjawab bersama.Dengan partisipasi aktif generasi muda,budaya Nias diyakini dapat terus bertahan dan berkembang menjadi kebanggaan yang diwariskan kepada generasi berikutnya.(Anwar Harefa)
