Evaluasi Menyeluruh Diperlukan untuk Optimalkan Program Makan Bergizi Gratis

Berita Pemerintah

Jakarta,bhayangkarapos.com — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus berjalan dengan cakupan penerima yang meluas hingga puluhan juta anak di seluruh Indonesia pada akhir 2025. Program ini didukung oleh ribuan dapur umum dan ratusan ribu tenaga kerja.

Dalam pelaksanaannya, sejumlah laporan mencatat adanya kendala seperti makanan basi, komposisi menu yang belum sesuai standar gizi, serta keterlambatan distribusi di beberapa wilayah terpencil. Sepanjang 2025, puluhan ribu kasus keracunan makanan juga dilaporkan dan diduga berkaitan dengan program tersebut.

Di sisi lain, MBG memiliki peran strategis dalam upaya penurunan stunting di Indonesia. Data 2023 menunjukkan prevalensi stunting masih di atas 20%, yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Implementasi MBG di beberapa daerah dilaporkan memberikan dampak positif. Di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, misalnya, pihak sekolah mencatat peningkatan konsentrasi belajar siswa setelah mengikuti program.

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Komite SMAN 12 Jakarta Andriono Basuki Putro menyampaikan bahwa program MBG memiliki tujuan penting dalam pemenuhan gizi anak, khususnya bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Ia menekankan perlunya evaluasi menyeluruh pada aspek kualitas makanan, distribusi, dan pengawasan agar program dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Pemerintah saat ini didorong untuk memperkuat sistem pengawasan dan memperbaiki standar operasional guna memastikan MBG dapat memberikan manfaat optimal bagi peningkatan kualitas generasi mendatang. (Sofian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *