NIAS SELATAN – bhayangkarapos.com
Semangat kebersamaan dan ketangguhan fisik terlihat jelas di bantaran Sungai Idanoho, Desa Soto’o Hilisimaetano, Kecamatan Maniamolo, Kabupaten Nias Selatan. Pada Kamis (25/6/2026), Personel Satgas Pembangunan Jembatan Garuda “Karya Bakti TNI” Skala Besar Tahun 2026 dari Kodam I/Bukit Barisan, Korem 023/KS, bersama warga setempat melanjutkan pekerjaan vital berupa pemasangan tiang penyangga (tower) jembatan gantung.
Dokumentasi di lapangan menunjukkan proses erection (pendirian) menara baja setinggi belasan meter yang dilakukan secara manual namun terkoordinasi dengan apik. Menggunakan sistem katrol dan tali tambang, puluhan personel TNI dan warga bergotong royong menarik kabel baja untuk menegakkan struktur rangka besi di atas pondasi beton yang telah disiapkan sebelumnya. Beberapa personel bahkan harus memanjat struktur baja yang belum sepenuhnya kokoh untuk melakukan penyambungan baut dan penguncian sambungan antar-batang baja, sementara rekan-rekannya di bawah tanah menahan beban tarikan agar menara tidak oleng.
Uniknya, keterbatasan akses alat berat di lokasi yang berada di tengah perkebunan kelapa dan hutan tropis tidak menyurutkan semangat satgas. Tampak dalam salah satu foto, personel TNI memanfaatkan rakit bambu sederhana yang didorong dari tepian sungai untuk membantu distribusi material atau pengecekan kondisi aliran sungai di bawah calon bentangan jembatan. Kreativitas dan adaptabilitas ini menjadi kunci kelancaran proyek di wilayah dengan topografi yang menantang.
Pembangunan jembatan gantung ini merupakan bagian dari program Karya Bakti TNI AD Untuk Rakyat yang bertujuan memutus isolasi dan memudahkan mobilitas masyarakat. Bagi warga Desa Soto’o Hilisimaetano, keberadaan jembatan ini bukan sekadar infrastruktur, melainkan “jembatan kehidupan” yang akan menghubungkan mereka ke pusat ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan di seberang sungai. Sebelumnya, warga sering kesulitan menyeberang saat musim hujan atau debit air sungai meningkat.
Komandan Satgas menegaskan bahwa target penyelesaian jembatan ini harus dicapai dengan mengutamakan standar keselamatan konstruksi. “Kami tidak hanya membangun jembatan fisik, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat. Setiap baut yang dikencangkan adalah janji kami kepada rakyat Nias Selatan bahwa TNI hadir untuk memberikan kemudahan,” ujarnya di sela-sela istirahat kerja.
Dengan berdirinya tiang penyangga utama ini, progres pembangunan Jembatan Gantung Sungai Idanoho telah mencapai titik kritis yang menandakan tahapan selanjutnya, yaitu pemasangan kabel utama (main cable) dan dek jembatan, dapat segera dilaksanakan. Sinergi antara TNI dan warga Nias Selatan ini menjadi bukti nyata bahwa karya bakti bukan hanya tentang pembangunan infrastruktur, tetapi juga tentang mempererat ikatan kemanusiaan dan kebangsaan.
@Ram H
