Bhayangkarapos.com
JAKARTA – TNI Angkatan Udara terus memperkuat kualitas sumber daya manusia untuk menghadapi dinamika peperangan modern. Penguasaan spektrum elektromagnetik menjadi salah satu kunci utama dalam operasi pertahanan udara dan radar saat ini.
Dalam rangka itu, Staf Operasi TNI Angkatan Udara (Sopsau) menggelar pelatihan _Sinyal Radio Fundamental for Air Defence & Radar Mission_. Pelatihan diikuti 26 personel dari Korps Penerbang dan Korps Elektro TNI AU. Kegiatan berlangsung 6–24 Juli 2026 di Workshop PT. Aro Abadi Utama.
*Tingkatkan Penguasaan Spektrum Elektromagnetik*
Program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan personel dalam memahami, mengelola, dan memanfaatkan spektrum elektromagnetik guna mendukung misi pertahanan udara dan radar.
Selama pelatihan, peserta dibekali materi dasar sinyal dan radio frequency hingga penerapannya di operasi udara. Peserta juga mendalami lingkungan elektromagnetik, karakteristik sinyal pesawat dan _Unmanned Aerial Vehicle_ (UAV), serta ancaman _Electronic Warfare_ (EW) yang relevan dengan peningkatan kesadaran situasional di udara.
*Perkuat Kompetensi Teknis dan Intelijen*
Kompetensi teknis peserta diperkuat melalui materi deteksi, pengukuran, dan analisis sinyal, radar, serta sistem komunikasi taktis. Materi meliputi SATCOM, GSM, dan TETRA sebagai dasar kemampuan dalam mendukung operasi _Electronic Warfare_ (EW) dan _Communications Intelligence_ (COMINT).
Di bidang intelijen, personel juga dibekali kemampuan menganalisis ORBAT/EOB, OSINT, serta _traffic_ dan _network analysis_.
Kolaborasi antara Sopsau dan PT. Aro Abadi Utama merupakan bagian dari upaya berkelanjutan TNI AU dalam membangun personel yang adaptif, profesional, dan siap menghadapi kompleksitas peperangan elektronik. Hal ini diharapkan mampu mendukung pelaksanaan operasi udara secara efektif di tengah perkembangan teknologi dan ancaman yang terus berkembang.
