DPMPTSP Belitung, Santuni Anak Yatim dan Panti Jompo 

Berita Daerah

 

 

 

Bhayangkarapos, Tanjungpandanbelitung — Dinas Penanaman modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu ( DPMPTSP) kabupaten Belitung menyantuni puluhan anak yatim dan para lansia panti jompo pada safari ramadhan 1447 H di kantor DPMPTSP, Jumat (06/03/2026).

 

 

 

Menurut Kepala DPMPTSP kabupaten Belitung, Sefti Angraini buka puasa bersama ini merupakan inisiasi dari OPD DPMPTSP bekerja sama dengan PT RPM dalam memaknai bulan suci Ramadhan.

 

 

 

“saat ini kita sedang mempersamai buka bersama di DPMPTSP Kabupaten bersama anak-anak yatim piatu dari Putra- Muhammadiyah dan Aisyiyah Putri. Dan ada juga rekan-rekan dari seluruh karyawan DPMPTSP Kabupaten Belitung” ungkap Sefti.

 

 

 

Adapun para penerima santunan yakni anak-anak putra dan putri Muhammadiyah dan Aisyiyah yang berjumlah kurang lebih Lima puluh orang. Serta sepuluh orang tua lansia panti jompo.

 

“Santunan ini murni dana sosial dari perusahaan PT RPM Group bersama kolaborasinya” ujar Sefti.

 

Sefti Agriani juga berharap kedepannya agar perusahaan-perusahaan lainnya juga dapat menyalurkan dana sosial maupun bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

 

 

“Kami berharap untuk perusahaan-perusahaan kedepannya akan memberikan dana sosial yang lebih besar lagi kepada masyarakat dan anak-anak yatim piatu yang membutuhkan.

Karena dana-dana sosial inilah yang menjadi jembatan bagi kita untuk membantu mereka” tutup agriani.

 

 

Acara yang diisi tausyah singkat bersama ustat Raden setia Kusuma,

Bahwa menjalankan ibadah puasa harus menjaga hati,kalbu,perilaku.

Dan Menurutnya ada beberapa syarat yang tidak diwajibkan dalam berpuasa.orang sedang sakit,orang gila dan belum Aqil baligh.

 

 

“Ada empat syarat yang diwajibkan dalam menjalankan ibadah puasa.

Sarat pertama,ber agama Islam,syarat kedua Akil balig,ketiga sehat,syarat ke empat berakal.

Kalau ke empatnya ada pada diri kita maka kita diwajibkan berpuasa.

Dan ada beberapa syarat yang tidak diwajibkan berpuasa,orang sedang sakit,orang gila,dan belum Akil baligh.

 

 

Menurut ustat Raden setiya, dari jiwa dan hati yangsehat-terlahir akal yang sehat,untuk menciptakan keyakinan dalam ber ibadah.

 

 

 

“Dari jiwa kita,dari hatikita lahirlah akal yang sehat.untuk menciptakan keyakinan.apakah sesuatu yang kita lakukan wajib atau tidak,

Selain itu makna dari berpuasa adalah menjaga hati dan perbuatan, percakapan yang menyakiti hati orang lain.

Tutup ustad Raden setiya.

(Zk R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *