“TA’ORAHU NIAS” Dalam Aksi Nyata: Satlantas Polres Nias Atur Lalu Lintas Sambil Edukasi Warga di Jalan Raya Gunungsitoli — Humanis, Santun, dan Proaktif!

Berita Daerah Polri

 

 

GUNUNGSITOLI –  Jalanan Kota Gunungsitoli tampak ramai namun tertib berkat kehadiran personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Nias. Di tengah arus kendaraan roda dua dan empat yang padat, para petugas tidak hanya mengatur lalu lintas, tetapi juga secara aktif menyapa, mengingatkan, dan mengedukasi pengendara tentang pentingnya keselamatan berkendara. Sabtu  (06/06/2026)

 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin Satlantas Polres Nias yang dilaksanakan setiap hari, khususnya pada hari Sabtu pagi saat aktivitas warga meningkat. Setelah apel pagi dan arahan langsung dari pimpinan, personil segera menyebar ke titik-titik strategis seperti persimpangan jalan utama, area pasar tradisional, dan sekitar kantor pemerintahan.

 

Yang menarik, pendekatan yang digunakan bukanlah sekadar penegakan hukum keras, melainkan pendekatan humanis dan edukatif, sejalan dengan filosofi pelayanan “TA’ORAHU NIAS” yang menjadi ciri khas Polresta Nias:

Tanggap

Open (Terbuka)

Aktif / Rampung (Tuntas)

Humanis

Unggul / Melayani

ProAktif

Santun

Dalam aksi di lapangan, terlihat jelas bagaimana seorang anggota Satlantas dengan seragam reflektif kuning neon berdiri tegak di tengah jalan, tangan terangkat memberi isyarat berhenti atau melaju, sambil tersenyum ramah kepada pengendara yang lewat. Beberapa pengendara bahkan berhenti sebentar untuk bertanya atau menerima himbauan singkat tentang penggunaan helm standar dan taat rambu lalu lintas.

Di salah satu sudut, seorang petugas tampak berdialog santai dengan seorang wanita muda yang sedang menyeberang jalan — menunjukkan sisi humanis dan santun yang menjadi inti dari TA’ORAHU NIAS. Sementara itu, di belakangnya, terlihat mobil patroli putih dan beberapa motor parkir rapi, menandakan kesiapan operasional tim.

 

Foto lain menampilkan seorang perwira Satlantas berdiri di depan posko pengamanan “SATPAS 0728 POLRES NIAS”, dengan latar belakang papan informasi zona integritas dan simbol-simbol lalu lintas. Ini menunjukkan bahwa kegiatan pengaturan lalu lintas bukan hanya dilakukan di jalan raya, tetapi juga didukung oleh infrastruktur dan sistem manajemen yang profesional di markas.

 

“Kami ingin masyarakat merasa aman dan nyaman saat berkendara. Tidak ada kata ‘takut’ ketika bertemu polisi, tapi justru merasa dilindungi dan dibimbing,” ujar Kasat Lantas Polres Nias, saat ditemui di lokasi.

 

Beliau menambahkan bahwa setiap pelanggaran yang ditindaklanjuti — baik melalui teguran lisan maupun tilang tertulis — selalu disertai penjelasan alasan dan solusi, bukan sekadar hukuman. “Ini adalah bentuk edukasi berkelanjutan. Kami percaya, kesadaran datang dari pemahaman, bukan paksaan.”

 

Respons positif pun datang dari masyarakat. Seorang pedagang kaki lima di tepi jalan mengaku senang melihat polisi hadir dengan wajah ramah. “Dulu kalau lihat polisi langsung takut, sekarang malah jadi sering ngobrol sama mereka. Mereka bantu atur lalu lintas biar nggak macet, dan ingetin kita pakai helm. Bagus banget!”

 

Dengan semangat TA’ORAHU NIAS, Satlantas Polresta Nias terus berkomitmen untuk menjadi garda terdepan dalam menciptakan kondisi Kamseltibcarlantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas) yang optimal di wilayah hukum Polresta Nias.

 

Melalui pendekatan yang humanis, proaktif, dan santun, Polresta Nias membuktikan bahwa polisi bukan hanya penegak hukum, tetapi juga mitra masyarakat dalam membangun budaya berlalu lintas yang aman dan beradab.

@Ram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *