GUNUNGSITOLI UTARA – bhayangkarapos.com
Semangat kebersamaan dan kepedulian warga terhadap infrastruktur kembali terpancar jelas di Desa Hambawa, Kecamatan Gunungsitoli Utara, Kota Gunungsitoli. Pada Kamis (9/7/2026), masyarakat setempat secara antusias melakukan gotong royong bersama Satgas TNI AD dalam rangka pembangunan jembatan gantung program Karya Bakti (Karbak) TNI AD Tahun 2026 di Kepulauan Nias. Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari, dengan membawa peralatan kerja sederhana dan berbaur langsung dengan prajurit dalam setiap tahapan konstruksi.
Kepala Dusun V Desa Hambawa, Krisman Jaya Ziliwu, menjelaskan bahwa jembatan gantung ini bukan sekadar struktur fisik, melainkan nadi kehidupan bagi warganya. “Jembatan ini merupakan akses utama bagi pekebun, petani, dan anak-anak sekolah kami. Tanpa jembatan ini, mobilitas mereka sangat terhambat, terutama saat musim hujan,” ungkapnya. Ia menegaskan bahwa kehadiran infrastruktur ini akan mendongkrak produktivitas ekonomi lokal dan menjamin kelancaran akses pendidikan bagi generasi muda desa.
Pembangunan jembatan gantung ini merupakan implementasi langsung dari Instruksi Presiden RI Prabowo Subianto yang ditindaklanjuti oleh TNI AD sebagai wujud nyata hadirnya negara di pelosok. Program ini dirancang tidak hanya untuk mempermudah mobilitas fisik, tetapi juga menjawab kendala mendasar dalam aktivitas ekonomi, pelayanan dasar, dan rasa aman masyarakat. Sinergi antara TNI dan rakyat yang terjalin erat dalam kegiatan ini menjadi bukti kuat bahwa pendekatan partisipatif adalah kunci keberhasilan pembangunan berkelanjutan di daerah terpencil.
Warga berharap jembatan gantung ini segera rampung dan dapat difungsikan sepenuhnya. Kehadirannya diprediksi akan mempercepat pertumbuhan wilayah Kecamatan Gunungsitoli Utara, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat kohesi sosial melalui tradisi gotong royong yang tetap lestari di tengah modernisasi. Kolaborasi TNI-Rakyat di Hambawa menjadi model inspiratif bahwa ketika pemerintah dan masyarakat bergerak serentak, pembangunan yang inklusif dan berdampak luas bukanlah hal yang mustahil.
@Ram
