Senyum Leganya Anak Sekolah Hou: Jembatan Gantung 35 Meter Siap Pakai, Wujud Nyata Perhatian Presiden Prabowo ke Pelosok Nias

Berita Daerah TNI

 

 

GUNUNGSITOLI – bhayangkarapos.com

Rasa lega dan haru menyelimuti warga Desa Hou, Kecamatan Bawalato, Kabupaten Nias, pada Senin (13/07/2026). Setelah bertahun-tahun menunggu dan berjuang mengusulkan akses penyeberangan yang aman, akhirnya Personel Satuan Tugas (Satgas) Karya Bakti (Karbak) TNI AD Tahun 2026 resmi merampungkan pembangunan Jembatan Gantung Sungai Hou. Struktur baja sepanjang 35 meter itu kini berdiri megah membentang di atas arus sungai, menjadi simbol baru harapan dan konektivitas bagi masyarakat setempat.

 

Pembangunan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan jawaban langsung atas aspirasi masyarakat yang selama ini terkendala oleh kondisi geografis. Bagi warga Desa Hou, sungai yang melintas di tengah pemukiman mereka sering kali berubah menjadi “momok” menakutkan saat musim hujan. Debit air yang meningkat drastis kerap memutus akses, membuat anak-anak terlambat atau bahkan tidak bisa bersekolah, serta menghambat distribusi hasil bumi petani.

 

Komandan Kodim (Dandim) 0213/Nias, Letkol Inf Sampe T. Butar Butar, S.I.P., dalam sambutannya menekankan bahwa jembatan ini adalah wujud nyata sinergi antara TNI AD dan komitmen Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto. “Kami berharap masyarakat dapat menggunakan dan merawat jembatan ini dengan baik. Mari kita syukuri perhatian pemerintah pusat yang telah menghadirkan infrastruktur yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak,” ujar Dandim sambil mengajak warga untuk menjaga aset bersama tersebut agar awet dan bermanfaat jangka panjang.

 

Kebahagiaan terpancar jelas dari wajah Bapak Ama Riki Taofonao, tokoh agama dari Dusun II Desa Hou. Baginya, jembatan ini adalah hadiah terbesar bagi komunitasnya. “Jembatan Sungai Hou ini sudah lama kami impikan. Baru pada masa pemerintahan Bapak Presiden Prabowo Subianto impian kami dapat terwujud. Kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah serta jajaran TNI AD atas perhatian yang diberikan,” ungkapnya dengan nada penuh syukur.

 

Dampak paling terasa tentu dirasakan oleh dunia pendidikan. Bapak E. Bawamenewi, seorang guru di SD Negeri Desa Hou, mengaku beban psikologisnya sebagai pendidik kini jauh berkurang. “Selama ini kami selalu khawatir, terutama saat musim hujan. Tidak sedikit siswa yang terlambat bahkan tidak dapat bersekolah karena kondisi sungai yang berbahaya. Dengan adanya jembatan ini, kami yakin anak-anak dapat berangkat ke sekolah dengan lebih aman. Ini merupakan investasi besar bagi masa depan generasi penerus bangsa,” tuturnya.

 

Keberadaan Jembatan Gantung Sungai Hou diharapkan mampu memicu percepatan ekonomi lokal, mempermudah akses pelayanan kesehatan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Hou secara keseluruhan. Rampungnya proyek ini menjadi bukti konkret bahwa pembangunan tidak hanya berfokus di kota-kota besar, tetapi juga menjangkau hingga ke pelosok daerah, memastikan tidak ada lagi warga yang tertinggal dalam kemajuan bangsa.

 

@Ram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *