Sepenggal Catatan di Akhir Pembelajaran Sekolah Lansia Tangguh Gantari PWRI Kota Gunungsitoli

Berita Daerah Terkini

 

 

Gunungsitoli – bhayangkarapos.com

Sekolah Lansia Tangguh Gantari memulai proses belajar mengajar pada tanggal 29 Juli 2025 dan  dan berakhir pada tgl 28 Oktober 2025.

Menurut keterangan Kepala Sekolah Gantari Satimbowo Zebua,S.Pd,dengan berakhirnya proses belajar mengajar ini maka selesai sudah materi pelajaran yang diikuti oleh peserta dan tinggal menunggu waktu untuk di Wisuda dan kebijakan selanjutnya dari Dinas P5A Kota Gunungsitoli.

Berakhirnya proses belajar mengajar ini sangat membuat sukacita bagi peserta setelah beberapa bulan berjeri lelah mengikuti kegiatan Selantang ini.

Dari pantauan awak media keceriaan para lansia setelah selesai pembelajaran ada banyak bersenda gurau dengan sesama,ada yang berfoto ria,ada yang bernyanyi dan maena buat lucu-lucu,itulah luapan sukacita dan menandakan kebersamaan selama ini yang telah ada.

 

Terlepas dari luapan sukacita ini maka ada beberapa catatan yang harus diperhatikan oleh peserta Selantang yang ingin dikemukakan oleh awak media.

Konsep dasar yang dikembangkan dalam sekolah lansia adalah pendidikan sepanjang hayat dalam pengertian luas Long Live Education,tidak menuntut adanya lembaga pendidikan resmi namun bisa melalui pendidikan non formal yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan pribadi yang lebih baik.

Visi Sekolah Lansia Gantari PWRI Kota Gunungsitoli adalah menjadi pendidikan non formal untuk mewujudkan lansia yang SMART (Sehat,Mandiri,Aktif,Produktif,Bermartabat).

 

Pembelajaran Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) Gantari terbagi ke dalam  3 tahapan yaitu Standart 1 (S1),Standart 2 (S2) dan Standart 3 (S3).Pada Standart 3 diharapkan lansia dapat menjadi teladan bagi lansia lain atau bisa disebut sebagai Duta Lansia.

Tujuan utama dari Sekolah Lansia Tangguh Gantari adalah menciptakan komunitas lansia yang tidak hanya sehat secara fisik tetapi juga sejahtera secara psikologis dan sosial.

Program pembelajaran sekolah lansia secara berkala dengan metode belajar yang partisipatif dan menyenangkan.Lansia diajak berdiskusi,berbagi pengalaman serta mengikuti praktek langsung seperti senam dan berbagai kegiatan kreatif lainnya.

Tak jarang pula,Selantang Gantari PWRI Kota Gunungsitoli melibatkan tenaga kesehatan,Instruktur kebugaran,Relawan  dari berbagai latar belakang sebagai fasilitator.

 

Salah satu keunggulan Selantang Gantari adalah pendekatan yang berbasis komunitas.Dengan pendekatan ini lansia tidak hanya menjadi objek pelayanan,tetapi juga subjek aktif dalam proses pembelajaran dan pengambilan keputusan.

Lansia Gantari yang mengikuti program ini umumnya menunjukan peningkatan dalam kualitas hidup seperti berkurangnya keluhan kesehatan ringan,meningkatkan rasa percaya diri serta tumbuhnya kesadaran akan pentingnya menjaga hidup sehat.

Sekolah lansia Gantari bukan hanya sekolah dalam arti sempit tetapi merupakan gerakan  sosial yang mengajak semua pihak untuk bersama sama menciptakan lansia yang tangguh.

Program ini menjadi bukti bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus belajar,berkarya dan memberi arti bagi kehidupan.Usia hanyalah angka dan semangat tidak pernah pudar.

Ketua Kelas Selantang Gantari Mesrawati Zega,S.Pd pada keterangannya menyatakan jumlah peserta di awal pembelajaran  70 orang dan pada akhir proses pembelajaran dengan judul materi Perawatan Gigi dan mulut serta Nutrisi Lansia berjumlah 70 orang dan berada dalam keadaan sehat walafiat dan pada akhirnya setelah mengikuti jenjang Selantang akan menjadi Duta Lansia.(Anwar Harefa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *