Kasus Kematian Siswi SMK di Nias Utara Naik Tingkat, Polisi Pastikan Ada Unsur Pidana  

Berita Daerah Hukum & Kriminal Polri Terkini

Nias Utara  – bhayangkarapos.com

Misteri di balik meninggalnya AJZ, siswi SMK berusia 17 tahun yang jasadnya ditemukan di aliran sungai kecil kawasan perkebunan Desa Hilina’a, Kecamatan Alasa Talumuzoi, pada Jumat sore, 15 Mei 2026, mulai terkuak. Polres Nias secara resmi telah meningkatkan penanganan kasus ini dari tahap penyelidikan menjadi penyidikan, setelah mengantongi bukti kuat bahwa peristiwa tersebut bukan kecelakaan biasa, melainkan tindak pidana. Minggu 31 Mei 2026

 

Kasat Reskrim Polres Nias, AKP Sonifati Zalukhu, menegaskan bahwa keputusan ini diambil setelah timnya melakukan serangkaian langkah verifikasi dan pengumpulan data di lapangan. Berdasarkan hasil yang diperoleh selama penyelidikan, pihak kepolisian semakin yakin bahwa kematian korban tidak terjadi secara wajar, sehingga proses hukum kini berlanjut ke tahap pencarian pelaku dan pengungkapan motif.

 

“Setelah meneliti semua hasil yang ada, kami memastikan ini merupakan peristiwa pidana. Oleh karena itu, statusnya kami naikkan ke penyidikan agar langkah penegakan hukum bisa berjalan lebih tegas dan terarah,” ujar AKP Sonifati Zalukhu.

 

Hingga saat ini, tim penyidik terus bekerja secara intensif menelusuri jejak perjalanan korban sebelum ditemukan meninggal. Sebanyak 22 orang saksi telah diperiksa, mulai dari rekan sekolah, warga yang pertama kali menemukan jasad, hingga masyarakat yang tinggal di sepanjang jalur yang kerap dilalui korban. Upaya pengolahan tempat kejadian perkara (TKP) juga masih dilakukan berulang kali demi memastikan tidak ada petunjuk penting yang terlewat.

 

“Penyelidikan berjalan setiap hari. Kami terus melakukan olah TKP dan memanggil saksi-saksi yang dinilai memiliki keterangan guna melengkapi bukti dan mengungkap siapa pelaku serta apa motif di balik kejadian ini,” tambahnya.

 

Di tengah beragam isu yang berkembang di masyarakat, kepercayaan publik terhadap kinerja kepolisian tetap terjaga. Tokoh masyarakat Desa Hilina’a, Ama Tara Zebua, mengapresiasi keseriusan Polres Nias yang sejak hari pertama penemuan jenazah tidak pernah berhenti bekerja. Ia juga mengimbau warga agar tidak menyebarkan informasi yang belum pasti kebenarannya.

 

“Kami melihat langsung polisi bekerja terus-menerus. Masyarakat harus percayakan sepenuhnya penanganan ini kepada pihak berwajib. Jangan ada anggapan polisi diam saja, dan jangan sebarkan kabar yang belum jelas. Kami berharap aparat segera mengungkap siapa yang bertanggung jawab atas kejadian ini dan menangkap pelakunya secepatnya,” tegas Ama Tara.

 

Kini, seluruh masyarakat Nias Utara menanti hasil akhir dari kerja keras tim penyidik. Di balik langkah kerja yang berjalan senyap namun pasti, harapan besar disematkan agar kebenaran segera terungkap dan keadilan bisa ditegakkan bagi korban.

R. H

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *