Bhayangkarapos.com
Jakarta — Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Suyudi Ario Seto, secara resmi melantik Rachmad Iswan Nusi sebagai Direktur Pengawasan Tahanan dan Barang Bukti pada Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI.
Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung khidmat di Gedung BNN RI, Cawang, Jakarta Timur, pada Kamis (13/8), dihadiri oleh para Pejabat Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan BNN RI.
Pelantikan ini merupakan bagian dari dinamika organisasi dan upaya penyegaran serta penguatan struktur kelembagaan BNN RI dalam rangka optimalisasi pelaksanaan tugas pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Dalam amanatnya, Kepala BNN RI menegaskan bahwa jabatan Direktur Pengawasan Tahanan dan Barang Bukti memiliki peran yang sangat krusial dan strategis. Direktorat ini menjadi garda terdepan dalam memastikan akuntabilitas, transparansi, dan integritas dalam setiap tahapan penanganan tahanan dan pengelolaan barang bukti narkotika.
“Pengawasan terhadap tahanan dan barang bukti adalah cerminan integritas institusi. Saya minta agar pengawasan dilakukan secara ketat, profesional, dan sesuai dengan SOP serta peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tidak ada ruang untuk penyimpangan. Semua harus tertib, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Kepala BNN RI.
Lebih lanjut, Kepala BNN RI berharap dengan dilantiknya pejabat baru ini, sistem pengawasan internal di lingkungan Deputi Pemberantasan akan semakin solid. Hal ini penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap BNN RI sebagai institusi yang profesional dan berintegritas dalam perang melawan narkoba.
Direktur Pengawasan Tahanan dan Barang Bukti sendiri memiliki tugas pokok untuk melaksanakan pengawasan, monitoring, serta evaluasi terhadap tata kelola tahanan dan barang bukti hasil tindak pidana narkotika, mulai dari proses penyitaan, penyimpanan, hingga pemusnahan, guna menjamin kepastian hukum dan mencegah terjadinya penyalahgunaan wewenang.
Pelantikan ini diharapkan mampu membawa semangat baru dan meningkatkan kinerja organisasi secara keseluruhan dalam mewujudkan Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba).
(Biro Humas dan Protokol BNN)
