Demensia Pada Lansia Salah Satu Materi Pembelajaran Di Sekolah Lansia Tangguh Gantari PWRI Kota Gunungsitoli

Berita Daerah Terkini

Gunungsitoli – bhayangkarapos.com

Sekolah Lansia Tangguh Gantari PWRI Kota Gunungsitoli mengikuti kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan pada Kantor PWRI Kota Gunungsitoli pada Selasa (30/9/2025).

Salah satu materi pembelajaran yang diikuti oleh peserta Selantang adalah Demensia pada lansia.

 

Sebagai Narasumber  Anwar Harefa menjelaskan tentang Apa Demensia,Jenis-jenis Demensia,Penyebab Demensia,Gejala Demensia.

Lebih jauh dijelaskan oleh narasumber bahwa Demensia adalah suatu kondisi menurunnya cara berpikir dan daya ingat seseorang yang biasanya terjadi pada lansia usia 65 tahun ke atas.Kondisi menurunnya daya ingat ini biasanya disebut juga dengan penyakit pikun (pelupa),meski begitu tak semua orang yang pelupa mengalami demensia.

Penyebab demensia adalah kerusakan pada sel-sel saraf otak (dapat terjadi pada beberapa area otak).

Faktor Resiko Demensia. :

1.Memiliki keluarga dengan riwayat demensia.

2.Kebiasaan merokok.

3.Pola makan tidak sehat.

4.Jarang berolahraga

5.Kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol.

Gejala Demensia  :

1.Kehilangan memori.

2.Kesulitan dalam berkomunikasi atau berbahasa.

3.Kesulitan merencanakan sesuatu.

4.Sering merasa bingung.

5.Kesulitan menyelesaikan tugas yang kompleks.

6.Kesulitan berkoordinasi dan penurunan fungsi motorik.

7.Perubahan kepribadian : Gelisah,Berperilaku aneh,Halusinasi,Agitasi,Mengalami ketakutan berlebihan.

 

Pantauan awak media atas pelaksanaan Selantang Gantari melihat bahwa para lansia yang ikut merasa senang dan antusias atas semua materi yang disampaikan oleh para narasumber.

Salah seorang peserta Selantang Murniwati Larosa menyatakan bahwa materi pelajaran yang disampaikan oleh para narasumber sangat penting untuk mencapai lansia tangguh yang sehat,mandiri,aktif,produktif dan bermartabat.

Hasil konfirmasi awak media dengan Kepala Sekolah Gantari Satimbowo Zebua,S.Pd menyatakan bahwa pelaksanaan Selantang ini selama 20 kali pertemuan dan apabila peserta tidak hadir 4 kali pertemuan maka dianggap gugur dan berharap kepada semua peserta untuk tetap semangat dalam mengikuti proses pembelajaran dan pada akhirnya semua materi dapat kita praktekkan dalam hidup sehari-hari mencapai lansia yang tangguh.(Anwar Harefa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *