Kepulauan Nias – bhayangkarapos.com
Perusahaan CV UTAMA asal jadi untuk mengerjakan jalan Nasional dari anggaran APBN pusat yang terletak di Kota Alasa menuju faekhu naa kabupaten Nias Utara, diduga kuat rekanan mencari keuntungan besar.
Sesuai laporan masyarakat pemanfaat jalan tersebut sudah hancur dan banyak yang retak, masyarakat menyampaikan bahwa ketebalan Aspalnya sangat diragukan, dan rekanan yang mengerjakan bisa dinyatakan kurang serius untuk mengerjakan pekerjaan jalan tersebut, pada saat melakukan pengebes sertu Base B Base A menghampar tipis – tipis maka kualitas sangat kurang dan tidak berkualitas fisiknya, kami masyarakat setempat melihat langsung dilapangan, mereka ngebes dan digilas oleh alat berat masih kurang padat dan langsung di aspal.!!!
Namun setau kami masyarakat Faekhu Naa pekerjaan jalan nasional tersebut tidak bisa langsung melakukan pengaspalan sebelum berkali – kali digilas sertu itu oleh alat berat, pasti ada aturan mainnya untuk menggilas dan menunggu waktu padat, apa lagi program Presiden Pak Jokowi pembangunan jalan Kota Alasa menuju faekhu naa tidak bisa asal jadi saja.
Kalau dibandingkan dengan pembangunan jalan nasional itu lebih berkualitas pembangunan anggaran Dana Desa dari pada pembangunan jalan Hotmix tersebut.
Kami masyarakat Kota Alasa dan Faekhu Naa meminta kepada pemerintah pusat agar turun untuk mengaudit jalan Hotmix di Kota Alasa menuju Faekhu Naa.
“Agar lebih mengetahui pekerjaan perusahaan CV UTAMA tersebut, dan kami minta dinas terkait untuk turun serta mengaudit kembali dilokasi yang sudah disebut di atas.
Awak media dan LSM menanggapi laporan masyarakat setempat untuk meneruskan laporan kepihak Hukum, agar rekanan yang bersangkutan dapat mempertanggung jawabkan pembangunan jalan Nasional itu dari Kota Alasa menuju Faekhu Naa yang diragukan.
Wartawan dan LSM sudah langsung turun kelapangan untuk melihat dan memastikan pekerjaan itu, namun terlihat disitu benar adanya apa yang disampaikan oleh masyarakat setempat.
Maka berita ini ditayangkan sesuai hasil konfirmasi dari masyarakat dan hasil monitoring dilapangan.
Bersambung
